Skip to main content

Perginya Murabbi Ummah



Assalamualaikum,

I have known him my whole life. Through Malaysian politics of course. I was born in a family that talks politics over breakfast, lunch and dinner. A very colorful political views and beliefs if I can add more description to that.
When I begin to make sense of the world, I refuse to see him from that view anymore. But if I need to, personally, he was the only rational and sane mind in *that* world.

Sedihnya hati menerima berita kembalinya Tuan Guru Nik Haji Abdul Aziz Nik Mat kepada Yang Maha Pencipta. Pada mulanya rasa curiga dan marah - sejak TGNA dimasukkan ke hospital, acap kali benar 'kepergiannya' jadi bahan jenaka. Tambahan lagi bila aku baru sahaja 'like' berita kepulangan TGNA ke rumah. Tapi bila suami Kak Timi sahkan berita (he is someone in PAS) dan disahkan lagi dengan kebanjiran ucapan takziah di timeline Facebook... Speechless.
Perginya menghadap Illahi pada malam Jumaat, disemadikan pada penghulu segala hari, Jumaat yang mulia. Baik sekali keberangkatan beliau ke negeri abadi.

Berita sedih...

Sememangnya sejak kesihatan TGNA dilaporkan merosot, hati rasa gundah. Peritnya rasa 'bersedia' untuk melepaskan seorang ulama. Tak terbayang bumi Malaysia tanpa beliau. Kehilangan yang payah untuk berganti.
Untuk zuhud ketika bukan sesiapa dan tiada apa-apa adalah mudah. Tapi untuk kekal zuhud ketika mempunyai kuasa, pengikut dan akses kepada kemudahan aset - sangat susah. Hanya dengan taqwa. Hanya dengan taqwa. Hanya dengan rasa takut kepada Allah sahaja memungkinkan ia terjadi.

Pecahnya empangan air mata, umpama bah. Terus hati terdetik, bah yang melimpah baru-baru ini, adakah alam yang menangisi hari-hari terakhir seorang ulama? Seperti lupusnya semua harta benda, begitulah lupusnya sumber ilmu dari seorang yang telah mengabdi diri untuk menyampaikannya. Malah inilah bencana yang paling besar. Bak kata Ustaz Ebit Lew, seorang lagi orang alim telah pergi, yang tinggal adalah si pendosa - seperti aku.

Sabda Nabi sallallahualaihi wasallam:
"Sesungguhnya Allah tidak menarik ilmu dengan tarikan sekaligus daripada manusia, akan tetapi ditarik ilmu dengan kematian ulama sehingga apabila tidak ada ulama, manusia akan mengambil daripada ketua-ketua yang jahil, orang bertanya dan mereka memberikan fatwa tanpa asas ilmu lalu mereka sesat dan menyesatkan orang lain." (Hadis sahih riwayat Imam Muslim.)

Sungguh kami masih perlu kepadamu, wahai murabbi ummah. Sayangnya kami kepadamu dan enggannya kami melepaskanmu, tidak terbanding dengan kehendak dan kasih sayang Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadapmu. Berehatlah wahai murabbi ummah. Berehat dari dunia yang melelahkanmu. Dari fitnah dan nista yang menjadi ujianmu.


Sayu hati membaca bait kata ini...

Innalillahi wa innaillaihi rajiun
Allahummagfirlahu Warhamhu Wa'afihi Waqfuanhu
Ya Allah, ampunilah dosanya, berilah rahmatMu ke atasnya, sejahtera dan maafkanlahnya.

Semoga Allah Azzawajal mengampuni dosa dan kesalahannya, tinggikan darjatnya di kalangan orang-orang yang diberi petunjuk dan janganlah keturunan sesudahnya termasuk orang-orang yang binasa. Ampunilah kami dan dia, dan lapangkanlah kuburnya serta berilah cahaya di dalamnya.
(Hadith riwayat Muslim, Ahmad, Al-Baihaqi)

I give up on Malaysian politics a long time ago. Memang tak berminat langsung. To me, politics is similar to a dirty scandal I don't want to have anything to do with. Tapi keberadaan TGNA dalam dunia politik umpama satu harapan dan panduan. Peringatan demi peringatan yang Islam tidak menolak politik, malah Islam adalah satu-satunya jalan politik yang bersih.

Terima kasih wahai murabbi ummah; untuk setiap ilmu yang telah disampaikan. Semoga Allah merahmatimu dengan segala kebaikan yang layak bagi setiap derap tapak kakimu dijalan perjuangan menuju redha Allah. Tinggallah kami bersama apa yang telah engkau tinggalkan. Tinggallah kami untuk merinduimu. Semoga dari keikhlasanmu, rindu tersebut menjadi teman dijalan perjuangan kami di masa hadapan.

Hari ini ribuan yang kasih, menghantarmu, wahai murabbi ummah.

Jiwa yang kasih kepada Allah dan RasulNya, mana mungkin tidak dikasihi makhluk. Merasai sendiri kesedihan dan melihat ribuan manusia dari pelbagai latar bangsa, agama malah politik yang menangisi pemergian TGNA, umpama satu tazkirah ringkas tentang kehidupan... Orang yang telah berpenat lelah di dunia untuk Allah, rehatnya di negeri abadi. Dan dunia menangisi kerehatan abadinya. Sebaliknya pula dengan orang yang berehat-rehat dalam menyempurnakan agamanya ketika di dunia, bakal berpenat lelah di sana. Dan dunia mendapat rehat dari kezalimannya.

Semoga kita semua tergolong dalam golongan yang mendapat rehat di sana.

Tanggungjawab

"Istighfar kita hari ini, berhajatkan satu istighfar yang lain. Kita beristighfar meminta ampun kepada Allah, tetapi kita tidak memaksudkannya. Kita tidak menyesali dosa yang kita lakukan. Kita minta ampun yang kita tidak minta. Maka beristighfarlah atas istighfar yang cacat itu”.
- Tuan Guru Nik Abdul Aziz, Perginya Murabbi Yang Setia Dengan Kebenaran, Ustaz Hasrizal, Februari 2015.

Wassalam.


Comments

Popular posts from this blog

Goodbye Ben Jern

Oh my... another good bye. Why laaaaaaaaaa~!

Today, we bid farewell and we wish a great future to our one and only Loh Ben Jern of #BenHafiz FlyFM. Our heroes of insanity.
It's the final 30 minutes of flying with Ben's craziness... So sad! Huhuhuhuhu. Ben Jern has been on air since 10 PM last night - slumber party katanya - and I only sleep 3 hours plus, listening to him sambil kemas barang.
I know, some of you might think: "What is wrong with this girl, crying over a DJ...". Clearly, you don't know Ben, you never listen to these #FunnyBigBoys #BenHafiz and you never listen to Mrs. Boopathy and Pak Jamil or their Krappi Call. They are the only person on earth who can make Malaysians do *obviously* crazy stuff over a phone call. Hahahaha. Ben is the most adorable talking goat. LOL!


*** They are airing the Grandmother of All Krappi Call again - where Ben finally got krappi-ed *** I was laughing madly in the car earlier this morning... And then I cried. Oh it was su…

Celebrate the Love: Bones and Booth

I have exam at 2 pm today and I've been burning the midnight oil. But I really really really want to share this: Bones and Booth's wedding vow. Well sort of wedding conversation, actually.
I love them and I am happy that the characters finally get their happy ending.

To Bones, the coolest geek I ever known, and to Booth, congratulations!


Booth: "You know, I worked really, really hard on my vows, but you know, now that we're here—look, hey, do you remember the last time that we were here, standing right around this spot? It was right in the beginning, before we really knew each other. I was trying to get away from you, because you were irritating me, and you chased me down and you caught up to me. I said to you, 'Listen, I just have to get all my ducks in a row,' right, and then you said to me, [Brennan: "I can be a duck."]. Yeah. We had been chasing each other for a long time, been chasing each other through wars and serial killers and ghosts and sn…

Getting Out of the Slump

Sometimes I feel like crying will solve everything. When I feel like that, I know I am in the slump - "The New Moon" slump. I called it that because I am in a similar state as Bella Swan in The New Moon after Edward Cullen left her.
"It's like a huge hole has been punched through my chest."
"Normal memories were still dangerous. If I let myself slip up, I’d end up with my arms clutching my chest to hold it together, gasping for air..."
These.
It's hard to get out from this state, but I have bounce back before. It took a lot of patience, a lot of determination, a generous amount of support, and most importantly: a strong will.
The strongest will is fueled by living up to the purpose of our creation - to submit and worship Allah.
Crying does solve everything; when you used up all your energy and cry in your solat and doa.
It is always the darkest before the new moon. And stars are the brightest during this time.

I'll find my way - I assure myse…