Posts

Perutusan Aidilfitri 1433H

Image
Assalamualaikum, Semakin menghampiri hari graduasi Madrasah Ramadhan. Terasa pendek sungguh Ramadhan kali ini - petanda semakin hampir dengan destinasi yang pasti. Ramadhan kali ini benar-benar mendidik, Alhamdulillah. Semoga didikan yang diterima kekal berbekas di hati umpama besi yang ditempa, Amiin Ya Allah. Pendidikan Ramadhan ini umpama ibadah Haji juga, dilihat selepas berlalu musimnya - terdapatkah kelangsungan atau umpama hujan yang mengikut angin. Ada hamba Allah yang pulang dari Haji tetapi hatinya tidak pernah kembali. Ada hamba Allah yang pergi Haji tapi hatinya tidak pernah pergi. Semoga hati kita semua hadir kepada Ramadhan yang 30 hari tetapi semangat Ramadhan itu tinggal menetap di dalam hati dan tidak pernah pergi. Amiin Ya Khaliq, kabulkanlah permintaan yang satu ini. Dikesempatan ruang yang sempit ini, diucapkan selamat menyambut Hari Raya Aidilfitri. Mohon maafkan salah silap dalam menulis dan mengutara pandangan. Ingatlah Allah di hari kemenan...

10 Yang Terakhir

Image
Assalamualaikum, Dah tiba di 10 hari terakhir Ramadhan 1433H. Sob sob! Bukanlah tidak gembira nak menyambut Hari Raya, tapi hati berat nak melepaskan Ramadhan. Teringat kata-kata arwah Tok Wan melihatkan kami berjimba riang saat menyambut Ramadhan yang kian berakhir. Kata beliau, patutnya kita berasa berat hati sebab bulan yang baik, yang penuh rahmat, penuh keampunan dan pelepasan dari api neraka bakal berakhir. Ada ulama yang menangis di 10 hari terakhir Ramadhan sebab tak sanggup nak berpisah dan risau kalau-kalau tak bertemu dengan Ramadhan seterusnya. I was still young at that time, tapi kata-kata arwah memang berkesan di hati. Pada mulanya sekadar cover line sebab tak mahu kena leter, but as I grew up and understand more what he meant, the feeling slowly building in me. Marilah sama-sama memperbanyakkan lagi amal di penghujung Ramadhan ini. Kalau main bolasepak, dah dikira sebagai masa kecederaan. This is your chance; win or lose? Ada peluang untuk 'go...

Cheap War

Insulting other people’s faith, religion, culture, race, and everything in your way will never make you any better. It makes you as bad as your insult. The moment you insult others thinking that you have the right to do so because you are better than them, you are actually downgrading yourself even lower than your insult. For me, this type of psychological war is cheap. You are getting nowhere. The ability to irate people is not recognized as skill. It is attitude problem. These kinds of people, they feed themselves with the response they get. They more irritating you are, the more excited they become. Before you know it, they get new things on you. Do not satisfy them by responding unwisely. Do not let them have you. Most importantly, do not be a monster to defeat another monster. It is not worth it.

Ramadhan, Bertemu Kembali

Image
Assalamualaikum, "Marhaban Ya Ramadhan", begitu hati mahu memulakan bicara. Tapi tiba-tiba hati terdetik, yakinkah bertemu dengan Ramadhan kali ini? Kemungkinannya esok atau lusa, tapi ajal pasti tiba tanpa dapat kita duga... Ya Allah, Dalam syukurku untuk usia yang Kau sisakan di penghujung Syaaban ini, kumohon kesempatan untuk bertemu dengan RamadhanMu. Semoga terlerai kerinduan ini. Ya Allah, Dalam syukurku untuk usia yang Kau sisakan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan kali ini, kumohon kesihatan yang baik dan kemudahan untuk beribadah sebaik-baiknya... Semoga dapat kurebut rahmatMu, keampunanMu dan pembebasan daripada nerakaMu. Amiin, Ya Allah. Alhamdulillah. Selamat kembali wahai Ramadhan bulan kemuliaan. Selamat menjalani ibadah puasa kepada semua Muslimin dan Muslimat. Wassalam.

Breaking Off Flower

Image
Breaking Off Flowers Written by Lee Kyu Bo, a famous poet during Goryeo Dynasty who lived from 1169 to 1241 from Rooftop Prince Ep. 1 Credit to: Drama Haven "The peony blossoms hold dew, like grains of pearl The beautiful lady breaks off and picks the blossom, and passes before a window Holding onto a smile, she asks her husband Is the flower prettier or is my countenance prettier The husband teases her on purpose, saying For prettiness, I would say, the flower and its stem would win The beautiful lady became jealous at the winning of flower Stepping and destroying the flower with its stem, saying If the flower is prettier than concubine Tonight, sleep together with the flower" * I particularly love Bu-yong. And this poem reading scene is one of my favourite ^______^ *

Kembali dan Kesedihan

Assalamualaikum, Kematian bawa melihat Allah yang Maha Hidup. Kehilangan bawa melihat Allah Yang Maha Ada. Kesedihan ini buat penghapus cinta kepada dunia... Kudrat dan upaya kita sekadar kudrat segumpal tanah. Memang tidak terdaya dan tidak tercarikan kekuatan itu. Allahlah Yang Maha Membantu. Dialah Yang Maha Memberi. Allah akan beri kekuatan itu kepada kita. Kita tidak pernah bersendirian dalam berhadapan dengan musibah. Kita ada Allah Yang Maha Penyayang. * Another friend lost her father this evening. Daripada Allah kita datang, kepadaNya kita semua kembali. Losing a parent, losing someone, is hard. Kekuatan daripada Allah sahaja yang mampu membantu kita mengharunginya. Semoga Allah mengampunkan dosa kedua ibu bapa kita sama ada mereka masih hidup ataupun telah meninggal dunia. Amiin Ya Latif. * Wassalam.

Sumbangnya Dejavu Di Kinabalu

Assalamualaikum, " Bongok " Terasanya belum pernah lagi perkata di atas dijadikan sebahagian daripada status FB. But I just could not help myself from using that term when this drama goes from cheap (it's a Malay version of Summer Scent, duh!) straight into the drain. It bothers me when they make it look so original like "idea asal by bla bla bla" when it clearly a remake. Fine. We have seen remakes of great drama and movies. I could live with that and not that I'm gonna stick to watching it anyway. [Being able to write about it does not make me a 'fan'. How can you ignore when you are sitting with a group of people watching it?] Yang menjadikan drama ini bongok ialah bila banyak sangat adegan-adegan yang clearly against our culture, not to mention, Islam. To name some - Inara in Ammar's bedroom hanging her pictures, Ammar and Nadira spending their night together in the middle of a bonfire(?), Nadira and Ammar alone in a room ...