Skip to main content

Ayah dan Ibu...


Hari ni aku menangis menonton video ini.

Video tersebut berobjektif memperkenalkan MedicMesir, but I just can't help to read between the lines. And came the tears.

Dalam menjadi manusia, wujud masa-masa jahil di mana aku berasa malu dengan perkaitan yang ada dalam kehidupan aku. Aku pernah malu mempunyai ibu bapa dan keluarga yang menjadi diri mereka dan berada di tahap yang mampu mereka capai. Aku berasa tidak setaraf. Aku berasa 'dirahmati' dengan kepintaran dan kebolehan di tahap yang berbeza.

Dan hari aku tersedar dari kejahilan tersebut adalah hari yang paling memalukan dalam hidup aku. Itu adalah hari aku paling kecewa dengan diri sendiri. Hari aku yang paling bodoh. Hina sungguh diri aku sebagai seorang anak yang malu terhadap ibu bapa dan keluarga sendiri.

Mana ada ibu bapa yang tidak berkorban dan tidak buat habis baik untuk anak-anak mereka. Semua yang bernama ibu bapa, semua yang keadaan mindanya berada di tahap keibu bapaan, akan buat habis baik. Sekecil-kecil dan semurah-murahnya pengorbanan tersebut di mata dan hati kita anak-anak, itu adalah sedaya dan seupaya ibu bapa untuk kebaikan kita.

Just because it is not to your liking, it is meaningless!

Kalau tak, kita takkan ada di dunia ini.
Kalau tak, takkan wujud 'anak' di dunia ini.

Jadi amatlah tidak wajar untuk seorang anak berasa malu dengan ibu bapa sendiri.
Kalau ada yang malu jugak, aku anjurkan jangan bangga langsung dengan diri sendiri - you're half of them.

Ibu bapa cuma satu, bila mereka telah tiada, mereka tiada untuk selama-lamanya.
Seteruk manapun ibu bapa, sebagai anak wajib taat. Balasan Allah untuk anak derhaka amat pedih.
Akan tiba harinya anak-anak berada di tempat ibu bapa mereka. Fikir-fikirlah; jangan riak.

Aku menulis bukan untuk berlagak. Aku menulis bukan untuk membuka aib.
Tapi aku menulis untuk berkongsi dan sama-sama belajar dari kesilapan. Untuk sama-sama sedar kepada peluang dan ruang yang Allah adakan untuk hambanya yang mahu.

Mohon doa mendoakan -
Seperti mana Allah telah mewujudkan kesedaran dalam hati aku yang pernah serba gelap, dan dalam akal aku yang pernah jahil; semoga Allah berikan juga kesedaran kepada anak-anak yang lain dari kegelapan dan kejahilan mereka.

Doakan juga aku dan anak-anak yang lain terlepas dari menjadi anak yang derhaka kepada ibu bapa, dan hamba yang derhaka kepada Tuan.

Amiin Ya Allah.

Nota Kaki:
- Semoga Allah merahmati Encik Saiful Nang yang telah berkongsi video ini.
- Apa gunanya pencapaian tahap ke bulan sekalipun, jika hati bertuhankan syaitan.



Popular posts from this blog

Goodbye Ben Jern

Oh my... another good bye. Why laaaaaaaaaa~!

Today, we bid farewell and we wish a great future to our one and only Loh Ben Jern of #BenHafiz FlyFM. Our heroes of insanity.
It's the final 30 minutes of flying with Ben's craziness... So sad! Huhuhuhuhu. Ben Jern has been on air since 10 PM last night - slumber party katanya - and I only sleep 3 hours plus, listening to him sambil kemas barang.
I know, some of you might think: "What is wrong with this girl, crying over a DJ...". Clearly, you don't know Ben, you never listen to these #FunnyBigBoys #BenHafiz and you never listen to Mrs. Boopathy and Pak Jamil or their Krappi Call. They are the only person on earth who can make Malaysians do *obviously* crazy stuff over a phone call. Hahahaha. Ben is the most adorable talking goat. LOL!

*** They are airing the Grandmother of All Krappi Call again - where Ben finally got krappi-ed *** I was laughing madly in the car earlier this morning... And then I cried. Oh it was su…

Celebrate the Love: Bones and Booth

I have exam at 2 pm today and I've been burning the midnight oil. But I really really really want to share this: Bones and Booth's wedding vow. Well sort of wedding conversation, actually.
I love them and I am happy that the characters finally get their happy ending.

To Bones, the coolest geek I ever known, and to Booth, congratulations!

Booth: "You know, I worked really, really hard on my vows, but you know, now that we're here—look, hey, do you remember the last time that we were here, standing right around this spot? It was right in the beginning, before we really knew each other. I was trying to get away from you, because you were irritating me, and you chased me down and you caught up to me. I said to you, 'Listen, I just have to get all my ducks in a row,' right, and then you said to me, [Brennan: "I can be a duck."]. Yeah. We had been chasing each other for a long time, been chasing each other through wars and serial killers and ghosts and sn…

Getting Out of the Slump

Sometimes I feel like crying will solve everything. When I feel like that, I know I am in the slump - "The New Moon" slump. I called it that because I am in a similar state as Bella Swan in The New Moon after Edward Cullen left her.
"It's like a huge hole has been punched through my chest."
"Normal memories were still dangerous. If I let myself slip up, I’d end up with my arms clutching my chest to hold it together, gasping for air..."
It's hard to get out from this state, but I have bounce back before. It took a lot of patience, a lot of determination, a generous amount of support, and most importantly: a strong will.
The strongest will is fueled by living up to the purpose of our creation - to submit and worship Allah.
Crying does solve everything; when you used up all your energy and cry in your solat and doa.
It is always the darkest before the new moon. And stars are the brightest during this time.

I'll find my way - I assure myse…