Friday, August 26, 2011

Mencari Hidayah

"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak berkuasa memberi hidayah pertunjuk kepada sesiapa yang engkau kasihi (supaya ia menerima Islam), tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi hidayah pertunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayah pertunjuk (kepada memeluk Islam)."
(Al-Qasas; 56)

Assalamualaikum,

Hidayah itu milik Allah. Hatta Rasulullah sendiri meminta kepada Allah, apatah lagi kita... Aku jadi risau melihat komen-komen serta kecaman sesama umat Islam sejak akhir-akhir ini. Memanglah, hati dan mata sakit. Memanglah, kita yang tahu perlu untuk menyampaikan kepada yang kurang tahu, lebih lagi kepada yang tidak tahu. Kita menyampaikan kekecewaan, kita memberi teguran. Tapi semuanya ada cara yang lebih baik dari sudut pandangan Islam.

Bila seorang hamba Allah lain tidak mengamalkan cara hidup Islam, sepatutnya kita fikirkan kemungkinan dan bukan terus menjatuhkan hukuman. Boleh jadi sipolan tidak mendapat didikan agama yang menjadi haknya. Boleh jadi juga Allah mengujinya dengan jalan yang berliku-liku, supaya sipolan menjadi hambaNya yang lebih baik. Boleh jadi sipolan memang tidak sedar akan kejahilannya. Boleh jadi juga sipolan itu satu ujian untuk kita – provokasi supaya kita berfikir. Ada pelbagai kemungkinan.

Segalanya datang bersama ujian. Hidup ini juga satu ujian. Setiap dari kita diuji dengan pelbagai cara yang berbeza dan setiap dariNya adalah penuh hikmah dan sesuai dengan kemampuan kita. Ilmu yang kita ada pun satu ujian untuk kita. Layakkah kita memalukan, menjatuhkan maruah, dan menghakimi sesama manusia dengan ilmu milik Allah - bila kita juga hanyalah seorang hamba? Dakwah perlu berhikmah dan kekerasan jika tidak kena pada caranya, tidak menyampaikan sebarang kebaikan.

Teringatkan doa Rasullah: “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua Umar; dengan Umar Al-Khathab atau dengan Amr bin Hisham (Abu Jahal).” (HR At-Tirmidzi). Lalu Allah mengabulkan doa Baginda dengan keislaman Umar Al-Khattab.

Tentangan terhadap Islam dan isu akhlak pada awal perjuangan Islam lebih hebat dan dasyat daripada yang kita lihat hari ini. Tapi Rasulullah tidak pernah memberikan komen-komen yang merendahkan sesiapapun. Malah Rasulullah mendoakan semoga mereka beroleh hidayah Allah.

Apa salahnya kita pun mencontohi Rasulullah... Daripada kita mencemuh, lebih baik kita mendoakan semoga mereka dan diri kita juga beroleh hidayah Allah. Hidayah Allah itu amat besar dan Allah itu Maha Pengampun. Selagi belum ajal, tiada apa yang pasti. Dan kita akan diuji dengan apa yang kita katakan dan apa yang kita tuliskan...

*** Sebagai ingatan kepada diri sendiri... Semoga hati berhenti membenci dan mencaci... Semoga sipolan yang Allah uji dengan kepintaran dan bakat, kembali mencintaiNya dan berbakti ke jalan dakwah. Amiin. ***

Wassalam.

Monday, August 22, 2011

Our Yongseo/Goguma Couple~

The long awaited and most anticipated reunion ever - Jung Yonghwa and Seohyun - finally sang their Banmal Song together! My heart not just skip a beat or two, she jumps out of my chest. I was all nervous for my coming presentation this Wednesday, but the moment I watch the videos, everything seems a-okay. Their memories still bring good things in my life ^____^

It is heart crushing to see Yong and Hyun positioned so far from each other and took until the end of the song to be together. The production team really know how tease the fans. Hate you guys for that :P The moment they walk down the stairs, we can hear the audiences' enthusiast scream. It is very much understandable that we are all ache to see them together one more time. So when Yong and Hyun finally walk towards each other and hold hands, everything feels perfect. We even love the bumping-each-other scene at the end of the performance ^____^

Everybody notice their awkwardness. This is Yonghwa and Seohyun we are talking about. Of course they would show awkwardness especially after their separation. And Yonghwa did shout "saranghae" and we can hear the sincerity sang throughout the song ^____^ Of course the song is sincere, we know the story~

Yonghwa and Seohyun is a sweet couple. Their wedding announcement would be the happiest news ever for the fans. But they are idols and We Got Married is just a show. Let's just be one of the Goguma Villagers and let us keep their sweet relationship forever there, shall we? ^____^

To Yonghwa, Banmal Song is your masterpiece, so far~


Banmal Song

by Jung Yonghwa


The day when I first saw you
Your bright smile full of shyness
we’ll get closer after today
Every day, I have heart-fluttering expectations

What to say to you
How to get you to laugh
I fear it’ll get awkward when I try to hold your hand
All I can do is smile shyly

Hopefully we can speak banmal to each other
Even though it’s still awkward and unfamiliar
Instead of saying ‘thank you’
Talk to me in a friendlier way

Hopefully we can speak banmal to each other
You walk towards me slowly, step by step
Now look at my two eyes and tell me
I love you

The day when I held your hand
I felt my heart stop beating
I don’t even remember what I said
All I feel is a flutter in my stomach

Hopefully we can speak banmal to each other
Even though it’s still awkward and unfamiliar
Instead of saying ‘thank you’
Talk to me in a friendlier way

Hopefully we can speak banmal to each other
You walk towards me slowly, step by step
Now look at my two eyes and tell me
I love you

Hopefully we can fall in love with each other
I’ll never let go of your two hands from my grasp
The light of your eyes, gazing at me
I hope there will only be joyful smiles

We can probably fall in love with each other
We can lean on one another and take care of each other
Looking into your eyes, my two eyes
They’re talking to you
I love you

Friday, August 19, 2011

My Friend, I Miss You!

Assalamualaikum,

I'd like to dedicate below song to all my friends. I am not sure whether any of them read my blog, but if they do, I'd like to convey how precious they are to me. Thank you, for being there for me in my best or worst.

I feel like a little distance started to form between us. We are too busy sorting our life with so limited time and too many parties to attend to.

No matter where you are,
No matter how less the time we spent together,
No matter how busy we are even for a SMS,
No matter how occupied we are even for exchanged of news,
No matter how bad we fight,
No matter how we don't talk anymore,
No matter what happen,
I hope we'll always have each other~

Wassalam.


Count On Me
by Bruno Mars

If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you

Find out what we're made of
What we are called to help our friends in need

You can count on me like one, two, three
I'll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there 'cause that's what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh

If you toss and you turn and you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Everyday I will remind you

Find out what we're made of
What we are called to help our friends in need

You can count on me like one, two, three
I'll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there 'cause that's what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh, yeah, yeah

You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye

You can count on me like one, two, three
I'll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there 'cause that's what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh

You can count on me 'cause I can count on you


Tuesday, August 16, 2011

Dari Waheeda


Assalamulaikum,

Tersentuh hati membaca kisah Waheeda di bawah. Alhamdulillah, Allah beri jalan keluar untuk Waheeda dan pendidikan untuk kita semua. Hal agama bukan hal yang boleh kita ambil remeh. Kita mesti sentiasa bersedia memperjuangkan dan mempertahankan agama. Jangan beri peluang untuk dihinjak-hinjak. Jangan takut dan gentar.

Bila berada dalam sesuatu keadaan membuatkan hati kita tidak tenang, itu maknanya kita berada dalam keadaan yang tidak mendapat keredhaan Allah. Kalau kita memang tahu kita berada dalam keadaan yang serba tidak kena, dan kita mahu untuk meninggalkan keadaan tersebut, berdoalah dan mintalah kepada Allah peluang, kemudahan serta kekuatan untuk berhijrah. Bila sampai peluangnya, ambil. Jangan bertangguh lagi. Kerana bila Allah dah lorongkan kita ke arah kebaikan, ertinya Allah buka jalan untuk kita menghampiriNya setapak lagi... Terimalah dengan syukur.

Semoga Allah berikan hidayah dan bukakan jalan seluas-luasnya untuk berubah ke arah kebaikan dan mengEsakanNya... Amiin. Didoakan semoga lebih ramai lagi yang mendapat hidayah daripada Ya Khaliq dan dipermudahkan untuk kekal dalam istiqamah. Amiin. Dan semoga Allah pelihara kita daripada riak dan tinggi diri. Amiin.

*** Semoga Allah beri keinsafan dan hidayah kepada hamba Allah yang Waheeda sebutkan sengaja membatalkan wuduknya tu. ***

http://beautifulnara.com/sukar-wuduk-solat-dalam-dunia-hiburan-waheeda/

http://beautifulnara.com/tidak-mahu-bersolat-bergembira-pada-waktu-yang-sama-waheeda/

Wassalam.

Monday, August 15, 2011

Yang Bernama Insan


Assalamualaikum,

Sejahat-jahat manusia sekalipun, jangan sampai syirik kepada Allah, jangan menggadai akidah dan iman serta jangan menjual agama. Ketika Islam mendapat tentangan daripada kaum Musyrikin, ramai yang sanggup Syahid daripada mengalah dan kembali menyembah berhala. Mereka ini Syahid mempertahankan akidah dan iman walaupun diseksa dengan kejam!

Jadi istighfar adalah jawapan yang terbaik bila akidah dan iman diletakkan setara dengan tapak kaki oleh segelintir umat Islam, untuk sesuatu yang sudah jelas ada jalan lain... Walaupun perit kita nak terima, mereka ini bukan untuk dicemuh, bukan untuk dikecam. Sepatutnya kita simpati, empati dan doakan mereka. Ingat, kita ni pun bila-bila masa je boleh diuji... Semoga Allah jauhkan hati kita dari riak dengan ilmu Allah..

Kita ni pun perlu mohon keampunan kepada Allah kerana mereka ni tanggungjawab kita yang tahu. Berdakwah tu tanggungjawab setiap yang bernama Islam, perlu berpesan-pesan, perlu meyampaikan walaupun satu ayat. Sebab kita tak beri didikan, sebab kita tidak prihatin, sebab kita suka menghukum, sebab kita tak bersabar dan tidak beri peluang - wujud kebarangkalian perkara macam ni terjadi.

Cuba fikir, apa yang akan Rasulullah lakukan dalam berdepan dengan kes macam ni?

*** Teringatkan Asiyah, Masyitah, Keluarga Yasir dan Bilal bin Rabah***

Wassalam.

Friday, August 12, 2011

Merawat Hati Yang Kehilangan

Assalamualaikum,

Salam Jumaat.
Berikut diambil daripada penulisan Ustaz Pahrol yang bertajuk “Andai Dia Pergi Dulu Sebelummu.”

"Andai dia pergi dulu sebelum mu, sibuklah diri mu. Beribadahlah sehingga kau letih untuk merasa sedih. Gembirakanlah hati mu dengan menggembirakan orang lain. Carilah peluang kebajikan dan kebaikan yang bertaburan. Bila sesekali kesedihan datang tanpa diundang, berwuduk dan bacalah Al Quran. Dirikanlah solat, sesungguhnya solat itu satu kerehatan. Begitulah setiap kali Rasulullah SAW bila terasa gundah… diadukan kesedihan kepada Allah."

"Andai dia pergi dulu sebelum mu, bisikan ke dalam hati mu yang paling dalam. Dia bukan milik ku. Dan aku pun bukan miliknya. Pemilik segala ialah Al Malik. DIAlah yang memiliki dan menguasai segala-galanya. Pada kita hanya amanah, sampai masanya terpaksa diserah. Jangan ada rasa dimiliki, dan jangan ada rasa memiliki. Bila terasa sepi, jangan katakan aku sepi… tapi katakan pada ku sentiasa ada pemerhati."

Go to: http://genta-rasa.com/2011/07/23/andai-dia-pergi-dulu-sebelum-mu/#more-1464

Semoga kita sama-sama belajar menerima kehilangan dengan hati yang redha.

Wassalam.


Wednesday, August 10, 2011

Oh Ramadhan

Assalamualaikum,

My sister and I were on our way to buy cooking stuff when she jumped over the Iftar buffet promotion hangin outside a restaurant. Right there and then, it felt so wrong. Can it be, somewhere between the lines, we have misunderstood the objective of Ramadhan?

Ramadhan is not about food, it's not about eating. Ramadhan is about not eating, it’s about eating less. Ramadhan is about resisting over temptations and for us to reflect. It is to teach us to be grateful and to build empathy within ourselves - this is what famine feels. It is to remind us that the thirst in Mahsyar is greater than what we feel during fasting. I got a feeling that, if a child is ask about the meaning of Ramadhan, the child might answer that Ramadhan is a month full of food, rare special food. So I personally find banquet festivals should not be the main topic during Ramadhan. Instead, the trend is bothering me.

We are saying that it is to show our appreciation and to welcome Ramadhan. Did any of us ever think that Rasulullah cheer Ramadhan with less food and more ibadah?

Astaghfirullah…
Let's think about that.

Wassalam.


Monday, August 8, 2011

Curious Driver

Assalamualaikum,

Curiosity kills a cat.
Curious driver cause traffic jam.
A bad one :p

I think all drivers know exactly what I mean. That is, if you falls in the less curious group. Don't we hate to be stuck in a traffic jam, wondering what had happened, only to found out later that the scene already moved and you are wasting your time tailing over curious-slow drivers. Hah. Annoying, I'd say.

To the curious drivers, who might think they are being caring, please stop it. If you are that curious, you might want to properly stop your car and offer the help. Staring didn't do much. If you only want to know, well, that's why we have reporters and media. Daa! Get going and have the news.

Unfortunate events do not require audience. Please show some respect. What would you feel if people are doing that to the unfortunate you, glaring and staring and taking pictures? Like I said, if you want to help, then help.

This is me, pissed off, again, in another series of Penang Bridge traffic jam.

Wassalam.

Friday, August 5, 2011

Missing Her

Assalamualaikum,

I miss Mak last night. Really, really miss her. I am not usually melancholy over missing her, but there are times when I became aware of her presence and her lost. It's like when you never had small fights, and then it will be a huge fight.

It is another Ramadhan without her. I'm missing, we're missing her cooking. Mak usually will make time to cook this one dish for sahur - deep fried anchovies with potatoes in sambal. Nyum nyum! It's just a simple dish, but requires patience and time and determination. I hate the part where everything needs to be slowly deep fried. Tedious! I don't know how Mak can cope with that. Maybe to prepare something that her fussy children would eat was her motivation... Because we always steal the anchovies and potatoes, the output usually half of the input :P Hahaha~

The memory of Mak always motivates me in family related matter. She makes me want to devote more to my family and to start my own family. The latter always resonate more. I want to have my own family. One thing that I learn from Mak, keeping together a family is tough. But if we determine to make it work, it will work, InshaAllah.

Wassalam.

Wednesday, August 3, 2011

Dugaan

Assalamualaikum,

Mengajak ke arah kebaikan itu banyak dugaannya... Kumpulan usrah yang semakin kecil, aktiviti ceramah tak mendapat sambutan dan program-program yang diatur tidak mendapat penajaan. Semuanya menuntut keazaman dan kesungguhan yang jitu. Menuntut kesabaran yang luar biasa. Bukan calang-calang jiwa yang boleh melibatkan diri dalam dunia dakwah. Tapi, itu bukan alasan untuk tidak berdakwah... Berdakwah itu tanggungjawab setiap umat Islam.

Aku selalu kagum dengan pendakwah dan pejuang Islam yang tak pernah berputus asa walaupun dihujani pelbagai cabaran. Bagi seorang da'i, cabaran itu adalah kemanisan dalam berdakwah. Aku telah dipertemukan dengan hamba Allah yang mewakafkan dirinya ke jalan Allah dan tidak berputus asa terhadap aku. Justeru kini aku mahu menjadi salah seorang hamba Allah yang mewakafkan diriku ke jalanNya dan tidak berputus asa dalam mengajak ke jalan kebaikan...

People did not give up on me. For Allah, InshaAllah, I will not give up on others.

Ya 'Azim,
Bukakanlah pintu hati kami untuk mencari ilmu menujuMu.
Permudahkanlah kami untuk menerima ilmuMu Ya Rashid.
Kami mohon ketabahan dalam melaksanakan tugasan dakwah ini Ya Fattah.
Jadikanlah kami hambaMu yang sentiasa menyampaikan kebaikan dalam setiap apa yang kami lakukan...
Dan selamatkanlah kami daripada menjadi imam dan da'i yang dibenci sehingga menyukarkan kami menyampaikan agamaMU Ya Muhaymin...
Dan seandainya kebencian itu daripada akhlak kami yang salah, kami mohon petunjuk dan keampunan daripadaMu Ya Tawwab...
Amiin~

Wassalam.

Monday, August 1, 2011

Ramadhan

Assalamualaikum,

Alhamdulillah... dengan izinNya bertemu lagi dengan Ramadhan pada tahun ini. Selamat datang ya Ramadhan, bulan yang penuh kemulian, keampunan, keberkatan dan ketenangan. Semoga Yang Maha Pengasih mengurniakan kesihatan yang baik sepanjang bulan puasa ini dan dipermudahkan untuk beribadat.
Wassalam.